Orang yang Menunaikan Zakat Disebut…

Sobat Bincang Syariah Dot Co, selamat datang kembali di Bincang Syariah. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai orang yang menunaikan zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Orang yang menunaikan zakat secara rutin dan ikhlas, tentunya akan mendapatkan berbagai keuntungan dan keberkahan. Nah, apa sebenarnya orang yang menunaikan zakat tersebut disebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

orang yang menunaikan zakat disebut
Source www.tribunnews.com

Orang yang Menunaikan Zakat Disebut Muzakki

Masuk dalam kategori hukum zakat, orang yang menunaikan zakat disebut dengan sebutan Muzakki. Istilah ini berasal dari kata “zakka” yang memiliki arti membersihkan atau menyucikan harta. Muzakki merupakan orang yang telah memenuhi syarat kewajiban zakat dan secara sukarela memberikan sejumlah harta yang dimiliki kepada yang berhak menerimanya. Dengan menunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, seorang muzakki mendapatkan berbagai keistimewaan dalam agama Islam. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan orang yang menunaikan zakat.

Kelebihan Orang yang Menunaikan Zakat

1. Mendapatkan Pahala yang Besar

Menunaikan zakat merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dan diberikan pahala yang besar oleh Allah SWT. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 277, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mereka mendapatkan pahala di sisi Tuhannya.”

2. Menjaga Kelestarian Ekonomi Umat

Dalam Islam, zakat memiliki tujuan sosial dan ekonomi yang mendorong adanya redistribusi kekayaan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin. Dengan menunaikan zakat, umat muslim terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan menciptakan keadilan ekonomi di tengah-tengah masyarakat.

3. Mendapat Perlindungan dari Bencana

Menunaikan zakat juga memiliki dampak positif dalam menghindari bencana. Dalam hadis riwayat al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seseorang yang punya harta dan tidak dikeluarkan zakatnya, kecuali akan dijadikan sebagian mal pada hari pembalasan di akhirat nanti dan menjadi sumber bencana bagi si pemilik harta.”

4. Meningkatkan Rasa Kepedulian Terhadap Sesama

Menunaikan zakat juga dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Dengan memberikan sebagian harta kepada yang berhak menerimanya, kita membantu mereka yang membutuhkan dan merasakan kebahagiaan saat menerima bantuan. Kepedulian ini akan terus tumbuh dan memberikan manfaat besar dalam kehidupan beragama dan sosial.

5. Mendapatkan Keberkahan dan Perlindungan Dari Godaan Syaitan

Seseorang yang senantiasa menunaikan zakat dengan ikhlas dan tulus, maka pencapaian hidupnya akan diberkahi oleh Allah SWT. Orang yang menunaikan zakat juga mendapat perlindungan dari godaan syaitan sehingga jiwa dan lisan menjadi lebih bersih dan suci.

6. Membantu Memperbaiki Kualitas Hidup

Orang yang menunaikan zakat secara konsisten juga turut membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekitarnya. Dalam hukum sosial, zakat berperan sebagai salah satu sarana untuk menggerakkan redistribusi ekonomi agar mencapai ketercapaian keadilan sosial dan ekonomi.

7. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Menunaikan zakat juga membantu dalam memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan membersihkan harta dan membagi rezeki dengan orang lain, seorang muzakki akan merasakan kedekatan spiritual yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.

Kekurangan Orang yang Menunaikan Zakat

1. Kurangnya Kesadaran dalam Menunaikan Zakat

Kekurangan yang seringkali ditemui adalah kurangnya kesadaran dalam menunaikan zakat. Banyak orang yang belum memahami kewajiban zakat dan dampak positif yang bisa diperoleh dari penunaian zakat secara rutin. Kesadaran ini perlu ditingkatkan agar semakin banyak orang yang aktif menunaikan zakat.

2. Kesalahan dalam Menghitung Jumlah Zakat yang Harus Dikeluarkan

Kurangnya pemahaman tentang perhitungan zakat juga menjadi kendala yang seringkali terjadi. Ada yang mengeluarkan zakat dengan jumlah yang tidak sesuai atau bahkan tidak mengeluarkan sama sekali karena kurang teliti dan mengabaikan aturan yang berlaku. Sebaiknya, tingkatkan pemahaman tentang perhitungan zakat agar tidak terjadi kesalahan dalam menunaikannya.

3. Kurangnya Ketersediaan Lembaga Zakat yang Terpercaya

Kurangnya ketersediaan lembaga zakat yang terpercaya juga menjadi faktor penghambat dalam menunaikan zakat. Beberapa masyarakat masih meragukan penggunaan dana zakat yang telah mereka keluarkan dan lebih memilih menyalurkannya secara langsung tanpa melalui lembaga zakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memilih lembaga zakat yang terpercaya dan transparan dalam pengelolaannya.

4. Tidak Konsisten dalam Menunaikan Zakat

Seringkali, orang yang menunaikan zakat tidak konsisten dalam penunaian zakatnya. Ada yang hanya menunaikan zakat pada tahun tertentu saja atau bahkan jarang sekali menunaikannya. Padahal, zakat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan secara rutin dan tetap. Oleh karena itu, penting untuk membangun komitmen dan konsistensi dalam menunaikan zakat.

5. Kurangnya Pengetahuan tentang Manfaat Zakat

Terkadang, kurangnya pengetahuan tentang manfaat zakat juga menjadi kendala. Banyak orang yang belum faham akan tujuan dan manfaat zakat dalam memperbaiki kesejahteraan sosial ekonomi dan meraih berkah dari Allah SWT. Dengan meningkatkan pengetahuan tentang manfaat zakat, diharapkan semakin banyak orang yang aktif menunaikannya.

6. Kurangnya Pemahaman tentang Rukun Zakat

Kurangnya pemahaman tentang rukun zakat juga menjadi kekurangan yang sering ditemui. Ada yang tidak mengetahui syarat dan kriteria harta yang wajib dikeluarkan zakat serta cara perhitungannya. Pemahaman yang kurang bisa menyebabkan kesalahan dalam menunaikan zakat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang rukun zakat agar bisa menunaikannya dengan benar.

7. Tidak Mengoptimalkan Potensi Zakat

Kekurangan lainnya adalah tidak mengoptimalkan potensi zakat yang dimiliki. Banyak orang yang memiliki harta yang mencukupi untuk menunaikan zakat, namun tidak memanfaatkannya dengan optimal. Mengoptimalkan potensi zakat akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi orang yang membutuhkan serta ikut meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Tabel Informasi Tentang Orang yang Menunaikan Zakat

Kategori Informasi
Nama Muzakki
Arti Orang yang menyucikan harta
Kewajiban Wajib bagi muslim yang memenuhi syarat
Pahala Besar di sisi Allah SWT
Manfaat Mendapatkan keberkahan, perlindungan dari bencana, meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi, mendekatkan diri kepada Allah SWT
Kelebihan Mendapatkan pahala yang besar, menjaga kelestarian ekonomi umat, mendapat perlindungan dari bencana, meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari godaan syaitan, membantu memperbaiki kualitas hidup, mendekatkan diri kepada Allah SWT
Kekurangan Kurangnya kesadaran dalam menunaikan zakat, kesalahan dalam menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan, kurangnya ketersediaan lembaga zakat yang terpercaya, tidak konsisten dalam menunaikan zakat, kurangnya pengetahuan tentang manfaat zakat, kurangnya pemahaman tentang rukun zakat, tidak mengoptimalkan potensi zakat

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa itu zakat?

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat berarti membersihkan atau menyucikan harta yang dimiliki dengan memberikan sejumlah harta kepada yang berhak menerimanya.

2. Apa yang dimaksud dengan muzakki?

Muzakki adalah sebutan bagi orang yang menunaikan zakat. Istilah ini berasal dari kata “zakka” yang memiliki arti menyucikan atau membersihkan. Muzakki adalah orang yang telah memenuhi syarat kewajiban zakat dan secara sukarela memberikan sejumlah harta sebagai zakat.

3. Apa keistimewaan orang yang menunaikan zakat?

Orang yang menunaikan zakat mendapatkan berbagai keistimewaan, antara lain mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT, menjaga kelestarian ekonomi umat, mendapat perlindungan dari bencana, meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari godaan syaitan, membantu memperbaiki kualitas hidup, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

4. Apa dampak negatif jika tidak menunaikan zakat?

Jika tidak menunaikan zakat, seseorang akan kehilangan pahala yang seharusnya diperoleh. Selain itu, tidak menunaikan zakat juga dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi dan ketidakseimbangan sosial dalam masyarakat, serta dapat menjadi sumber bencana dan gangguan spiritual.

5. Bagaimana cara menghitung zakat?

Perhitungan zakat dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan yang telah diatur dalam agama Islam. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab (batas nilai kekayaan tertentu) setelah mencukupi kebutuhan hidup.

6. Bagaimana cara menyalurkan zakat yang telah dikeluarkan?

Ada beberapa cara menyalurkan zakat, antara lain melalui lembaga zakat yang terpercaya, memberikan langsung kepada orang yang berhak menerima, atau menggunakan platform digital yang menyediakan fitur untuk menyalurkan zakat. Penting untuk memastikan zakat yang dikeluarkan sampai kepada yang berhak menerimanya.

7. Apa yang harus dilakukan jika belum pernah menunaikan zakat sebelumnya?

Jika belum pernah menunaikan zakat sebelumnya, penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang zakat, syarat-syaratnya, dan cara menghitung zakat yang wajib dikeluarkan. Dengan demikian, kita dapat mengetahui jumlah zakat yang harus dikeluarkan serta cara menyalurkannya dengan baik.

8. Apa hukum tidak menunaikan zakat?

Tidak menunaikan zakat dengan sengaja merupakan dosa besar dalam agama Islam. Orang yang tidak menunaikan zakat dengan sengaja akan mendapatkan hukuman dan tidak mendapatkan pahala yang seharusnya diperoleh dari menunaikan zakat.

9. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat?

Untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat, penting untuk terus membangun pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya zakat serta manfaat yang bisa diperoleh. Dengan mengikuti kajian agama, membaca literatur, dan berdiskusi dengan orang yang berpengalaman, kesadaran akan meningkat.

10. Apakah zakat hanya berupa harta?

Secara umum, zakat ditujukan untuk harta yang dimiliki oleh seorang muslim. Akan tetapi, ada pula zakat yang ditentukan untuk hewan ternak tertentu seperti kambing atau sapi. Zakat hewan ternak biasanya dikeluarkan setelah hewan tersebut mencapai usia tertentu.

11. Apakah zakat bisa dikumpulkan untuk disalurkan secara kolektif?

Ya, zakat dapat dikumpulkan dan disalurkan secara kolektif melalui lembaga zakat yang terpercaya. Dengan mengumpulkan dan mengelola zakat secara kolektif, zakat dapat lebih terorganisir, efektif, dan efisien dalam penyalurannya.

12. Apa yang harus dilakukan jika tidak mampu menunaikan zakat?

Jika tidak mampu menunaikan zakat, seseorang diperbolehkan untuk tidak menunaikannya. Zakat hanya wajib dikeluarkan oleh mereka yang mampu dan telah memenuhi syarat tertentu. Namun, perlu diingat bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban dalam agama Islam dan memiliki banyak manfaat.

13. Apakah harus menunaikan zakat pada setiap jenis harta yang dimiliki?

Setiap jenis harta yang dimiliki dan memenuhi syarat nisab harus dikeluarkan zakatnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa jenis harta yang dikenai zakat dan jumlah zakat yang harus dikeluarkan berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ketentuan zakat pada setiap jenis harta yang dimiliki.

Kesimpulan

Sobat Bincang Syariah Dot Co, menunaikan zakat adalah salah satu kewajiban dalam agama Islam yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Orang yang menunaikan zakat, atau biasa disebut sebagai muzakki, mendapatkan berbagai kelebihan seperti mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT, menjaga kelestarian ekonomi umat, mendapat perlindungan dari bencana, meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari godaan syaitan, membantu memperbaiki kualitas hidup, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, terdapat juga beberapa kekurangan yang seringkali terjadi seperti kurangnya kesadaran dalam menunaikan zakat, kurangnya pemahaman tentang perhitungan zakat, kurangnya ketersediaan lembaga zakat yang terpercaya, tidak konsisten dalam menunaikan zakat, kurangnya pengetahuan tentang manfaat zakat, kurangnya pemahaman tentang rukun zakat, dan tidak mengoptimalkan potensi zakat.

Untuk menunaikan zakat dengan baik, perlu diperhatikan syarat-syaratnya serta cara perhitungannya. Selain itu, penting juga untuk memahami manfaat dan keistimewaan dari menunaikan zakat sehingga semakin banyak orang yang merasakan kebermanfaatan dari zakat ini. Dengan menjalankan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, diharapkan umat muslim dapat mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dan berkah di dunia dan akhirat.

Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang orang yang menunaikan zakat disebut muzakki. Mari kita tingkatkan kesadaran dan konsistensi dalam menunaikan zakat agar kita dapat merasakan semua keistimewaan dan keberkahan yang telah Allah SWT janjikan. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel lainnya. Semoga kita senantiasa menjadi umat yang berzakat dengan penuh ikhlas dan rahmat Allah selalu dilimpahkan kepada kita semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kata Penutup

Sobat Bincang Syariah Dot Co, tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang orang yang menunaikan zakat disebut muzakki. Melalui makalah ini, penulis berharap agar semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, serta memahami manfaat dan keberkahan yang bisa diperoleh dari zakat ini.

Perlu diingat bahwa menunaikan zakat bukanlah hanya kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan membantu sesama. Dengan menunaikan zakat, kita ikut berperan dalam menciptakan keadilan sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Kami juga mengimbau agar setiap orang tetap memperhatikan transparansi dalam penyaluran zakat, dengan memilih lembaga zakat yang terpercaya dan amanah. Pastikan bahwa zakat yang anda keluarkan benar-benar sampai kepada yang berhak menerima.

Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya dalam membaca artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi yang baik dalam menunaikan zakat. Mari kita tingkatkan kesadaran dan kualitas dalam beramal, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.