Orang yang Wajib Zakat

Pendahuluan

Salam, Sobat Bincang Syariah Dot Co!

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang sudah mampu secara finansial. Zakat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Dalam agama Islam, ada sekelompok orang yang diwajibkan untuk membayar zakat. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai orang yang wajib zakat.

Zakat adalah salah satu kewajiban yang telah diatur di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 177. Semua umat Muslim yang memenuhi kriteria tertentu harus membayar zakat sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah SWT dan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Pemenuhan kewajiban zakat ini juga dijadikan tolak ukur dalam menentukan kesediaan hati seorang Muslim untuk membantu orang lain.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh individu agar diwajibkan membayar zakat. Salah satunya adalah memiliki harta yang mencapai nisab, yaitu batas minimum kekayaan yang ketika dicapai, maka seseorang diwajibkan untuk membayar zakat. Kriteria nisab ini telah ditentukan oleh syariat Islam dan dipengaruhi oleh harga emas atau perak. Selain itu, orang yang wajib zakat juga harus memiliki harta selama setahun lamanya.

Harta yang dimaksud dalam kewajiban zakat ini bukan hanya uang, namun juga termasuk harta yang disimpan dalam bentuk emas, perak, atau barang dagangan yang mencapai nisab. Jadi, jika seseorang memiliki harta yang mencapai nisab dalam bentuk emas, perak, atau barang dagangan, maka dia diwajibkan membayar zakat.

Dalam Islam, ada delapan kelompok orang yang memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Kelompok-kelompok tersebut adalah:

1. Orang Miskin

Definisi orang miskin dalam Islam adalah mereka yang tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang miskin ini memiliki hak untuk menerima zakat dari mereka yang berada dalam kondisi lebih mampu.