Sifat Harta yang Dizakatkan adalah…

Pendahuluan

Halo Sobat Bincang Syariah Dot Co!

Selamat datang di artikel kami kali ini yang akan membahas tentang sifat harta yang dizakatkan. Dalam agama Islam, zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim yang memiliki harta yang memenuhi nisab atau batas tertentu.

Zakat sendiri memiliki beberapa sifat yang perlu kita ketahui sebagai umat muslim agar dapat memahami pentingnya menunaikan zakat dengan benar. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan detail mengenai sifat-sifat harta yang dizakatkan. Mari simak bersama!

Sifat Harta yang Dizakatkan

Sifat 1: Suci

Salah satu sifat utama dari harta yang dizakatkan adalah kebersihannya secara materi. Artinya, harta itu harus bebas dari segala bentuk najis yang dapat melanggar syarat sahnya pembayaran zakat. Sehingga, sebelum melakukan perhitungan jumlah zakat yang harus dibayarkan, pastikan terlebih dahulu kebersihan harta yang akan dizakatkan.

Sifat 2: Melebihi Nisab

Sifat selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah harta tersebut harus melebihi nisab. Nisab adalah batasan jumlah harta yang harus dipenuhi agar seseorang wajib membayar zakat. Setiap jenis harta memiliki nisab yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan, pastikan harta yang dimiliki sudah memenuhi nisab yang telah ditentukan.

Sifat 3: Dimiliki Selama Setahun

Sebuah harta tidak bisa langsung dizakatkan begitu saja. Ada persyaratan bahwa harta tersebut harus dimiliki selama minimal satu tahun hijriyah sebelum wajib dikeluarkan zakatnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan kestabilan kepemilikan harta dan kemampuan pemiliknya dalam membayar zakat.

Sifat 4: Produktif

Harta yang akan dizakatkan sebaiknya merupakan harta yang produktif, artinya harta tersebut dapat menghasilkan tambahan nilai atau hasil bagi pemiliknya. Hal ini penting karena zakat dari harta produktif akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sifat 5: Berwujud

Zakat juga dikenakan pada harta yang berwujud seperti emas, perak, uang tunai, saham, properti, barang dagangan, dan lain sebagainya. Jenis harta ini harus dihitung dengan cermat untuk menentukan jumlah zakat yang harus dibayarkan.

Sifat 6: Tidak Menyusahkan

Penting untuk diingat bahwa tuntutan zakat tidak boleh menyusahkan pemiliknya. Artinya, pemilik harta tersebut harus memiliki cukup sumber daya untuk membayar zakat tanpa mengganggu kehidupan dan kebutuhan pokoknya serta tetap dapat mempertahankan standar hidup yang layak.

Sifat 7: Penentuan Nilai Zakat

Sifat terakhir dari harta yang dizakatkan adalah penentuan nilai zakat yang akan dibayarkan. Nilai zakat harus dihitung dengan cermat sesuai dengan ketentuan yang ada dalam agama Islam. Dalam hal ini, Anda dapat meminta bantuan dari orang yang kompeten dalam perhitungan zakat untuk memastikan pembayaran zakat yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tabel Sifat Harta yang Dizakatkan adalah…

Harta yang Dizakatkan Nisab Jenis Zakat
Emas 85 gram Zakat Emas
Perak 595 gram Zakat Perak
Uang Tunai Nilai Nisab Emas Zakat Uang
Saham Nilai Nisab Emas Zakat Saham
Properti Nilai Nisab Emas Zakat Properti
Barang Dagangan Nilai Nisab Emas Zakat Barang Dagangan

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu zakat?

Zakat adalah kewajiban bagi umat muslim untuk membayar sebagian harta mereka kepada yang berhak menerima, sebagai bentuk ibadah dan tolong-menolong sesama.

2. Apa hukumnya jika seseorang tidak membayar zakat?

Menunda atau tidak membayar zakat dengan sengaja merupakan dosa besar dalam Islam. Jika seseorang mampu membayar zakat tetapi tidak melakukannya, dia akan memikul dosa dan dapat mendapatkan siksaan dari Allah.

3. Apakah hanya harta yang melebihi nisab yang harus dizakatkan?

Ya, hanya harta yang melebihi nisab yang wajib dizakatkan. Harta yang tidak mencapai nisab tidak diwajibkan zakat ke atasnya.

4. Bagaimana cara menghitung zakat harta?

Perhitungan zakat harta melibatkan penentuan nisab, penghitungan jumlah harta yang akan dizakatkan, dan penghitungan kadar zakat yang harus dibayarkan, sesuai dengan jenis harta dan ketentuan yang berlaku.

5. Apa saja jenis zakat yang ada dalam agama Islam?

Ada beberapa jenis zakat dalam agama Islam, antara lain zakat fitrah, zakat maal, zakat perniagaan, zakat pertanian, zakat hewan ternak, dan zakat emas serta perak.

6. Bagaimana cara menyalurkan zakat yang telah dikumpulkan?

Zakat yang telah dikumpulkan sebaiknya disalurkan melalui lembaga zakat yang terpercaya atau dapat diberikan langsung kepada penerima zakat yang membutuhkan.

7. Berapa besar jumlah zakat yang harus dibayarkan?

Jumlah zakat yang harus dibayarkan bervariasi tergantung jenis harta yang dimiliki dan jumlahnya. Persentase zakat yang harus dibayarkan juga dapat berbeda-beda, antara 2,5% hingga 20% tergantung jenis dan nilai harta.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kami telah menjelaskan dengan detail mengenai sifat-sifat harta yang dizakatkan. Sifat-sifat tersebut meliputi kebersihan, pemenuhan nisab, kepemilikan selama setahun, sifat produktif, berwujud, tidak menyusahkan, dan penentuan nilai zakat.

Dengan memahami sifat-sifat ini, kita dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan lebih baik dan merangkul manfaat sosial yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Jadi, mari kita jaga harta kita dengan baik dan dengan ikhlas berbagi melalui pembayaran zakat. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan berkat serta kelapangan rezeki kepada kita semua. Aamiin.

Disclaimer

Seluruh konten artikel ini disediakan untuk tujuan informasi saja dan tidak mengandung nasehat keuangan, hukum, atau syariah. Pembaca disarankan untuk mencari nasihat dari ahli sebelum melakukan tindakan yang berkaitan dengan harta dan zakat.